Siswa MAN 3 Padang diduga ledakkan bom rakitan di sekolahnya – Apa fakta yang diketahui sejauh ini?

Personel Brimob Polda Sumatera Barat berjaga di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di MAN 3 Kota Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/07/2026). Polisi melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara, sementara seorang siswa yang diduga membawa bom rakitan diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Sumber gambar, KOMPAS.COM/DHARMA HARISA

Keterangan gambar, Personel Brimob Polda Sumbar berjaga di lokasi ledakan di MAN 3 Kota Padang, Selasa (14/07)
    • Penulis, Raja Eben Lumbanrau
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 9 menit

Seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat, diduga meledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah di lingkungan sekolahnya, pada Selasa (14/07) kemarin.

Aksi yang diduga dilakukan siswa berinisial R, 17 tahun, itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Polda Sumbar dan Densus 88 Anti Teror mengaku tengah mendalami ledakan itu. Mereka juga melakukan pendampingan hukum kepada R, anak berkonflik dengan hukum dalam peristiwa itu.

Dalam penyelidikan awal, polisi menyebut perundungan (bullying) di sekolah diduga sebagai pemicu tindakan yang dilakukan oleh R.

Aksi peledakan lingkungan sekolah oleh siswa dengan pola yang hampir sama menjadi insiden ketiga dalam setahun terakhir.

Di awal Februri 2026 lalu, seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, melempar bom molotov ke sekolahnya.

Pada November 2025, seorang siswa SMA Negeri 72 Jakarta meledakan bom di sekolahnya, yang menyebabkan 96 orang luka-luka.

Perundungan disebut sebagai pemicu dua kasus itu.

Lalu, fakta-fakta apa yang diketahui sejauh ini tentang aksi peledakan di MAN 3 Padang?

Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Kepolisian mengamankan dan melakukan pemeriksaan awal terhadap siswa yang diduga melakukan perakitan bom yang meledak di depan kelas di MAN 3 Padang.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Fitra Yogi

Keterangan gambar, Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/07).

Bagaimana kronologinya?

Seorang siswa MAN 3 Padang dilaporkan meledakkan bom di dalam kelasnya pada Selasa (14/07) kemarin.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB dan menghebohkan seluruh siswa beserta guru di lingkungan sekolah.

"Saya saat terjadi ledakan itu berada di ruangan saya yang jaraknya cukup jauh. Jadi saya tidak mendengar jelas bagaimana ledakan tersebut," kata Kepala Sekolah MAN 3 Padang, Marliza saat diwawancarai wartawan Halbert Canago, Selasa (14/07).

Marliza kemudian melaporkan insiden itu ke aparat keamanan. "Setelah itu sudah banyak yang datang. Ada dari Polres dan polisi lainnya juga ada yang datang dari Brimob juga ada," lanjutnya.

Kondisi MAN 3 Padang usai terjadi ledakan bom rakitan.

Sumber gambar, Halbert Chaniago

Keterangan gambar, Kondisi MAN 3 Padang usai terjadi ledakan bom rakitan.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan pengeboman itu diduga dilakukan seorang siswa berinisial R, 17 tahun.

"Dari kamera CCTV kita mendapatkan petunjuk bahwa pelaku adalah salah satu siswa [R] yang langsung kami amankan bersama orang tuanya," kata Apri.

Apri bilang, anak berkonflik hukum dalam peristiwa itu telah menyiapkan empat bom rakitan dari rumahnya, yaitu bom molotov, bom rakitan mesiu, dan perlengkapan perakitan seperti kelereng.

R lalu disebut memasukkan bom rakitan itu ke dalam tas dan membawanya ke sekolah. Setibanya di sekolah, dia meletakkan satu bom rakitan di laci sebuah meja.

Mungkin Anda tertarik:

Posisi meja itu tepat di samping dinding kelas dan berdekatan dengan tempat duduk teman yang diduga menjadi sasaran ledakan.

Polisi menduga, bom rakitan itu ditujukan untuk merobohkan dinding kelas dan mencelakai target dari anak berkonflik itu.

Saat jam istirahat, sekitar pukul 10.15 WIB, R kembali menuju lokasi itu untuk menyalakan bom rakitannya.

"Bom itu dipantik menggunakan mancis saat jam istirahat sekitar pukul 10.15 WIB," ujar Kombes Apri.

Seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat, diduga meledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah di lingkungan sekolahnya, pada Selasa (14/07) kemarin.

Sumber gambar, DOK. MAN 3 PADANG

Keterangan gambar, Seorang siswa MAN 3 Padang diduga meledakkan bom rakitan di lingkungan sekolahnya, pada Selasa (14/07).

Suara ledakan itu lalu memecah suasana sekolah.

"Semua panik dan langsung berlarian keluar ruangan," ujar Baitikal, 17 tahun, salah seorang teman sekelas R.

Usai ledakan, R diduga kabur dan mengganti seragam sekolahnya dengan kaus putih dan celana biasa. R juga mengenakan topeng dan topi, serta membekali dirinya dengan sebuah ketapel.

Saat ia mencoba memasuki kembali ke area sekolah, R diamankan oleh sejumlah guru.

Kombes Apri bilang, ledakan berdaya ledak rendah itu tidak menyebabkan korban jiwa maupun luka-luka.

Lokasi tempat bom rakitan yang diduga diledakkan oleh seorang siswa di depan ruang kelas XII IPS 7 MAN 3 Kota Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/07/2026). Ledakan berdaya rendah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun meninggalkan bekas gosong akibat mesiu pada area sekitar lokasi.(

Sumber gambar, KOMPAS.COM/DHARMA HARISA

Keterangan gambar, Lokasi tempat bom rakitan yang diduga diledakkan di MAN 3 Kota Padang, Selasa (14/07).

Usai ledakan terjadi, polisi lalu mengamankan R untuk pemeriksaan dan pendampingan ke rumahnya.

"R kami amankan dan dampingi saat ini menuju rumahnya. Selanjutnya kami akan melakukan gelar perkara. Status hukumnya masih berproses," kata Apri.

Polisi juga melakukan penggeledahan tas para siswa dan menemukan tiga bom rakitan lain yang belum digunakan.

"Tim menemukan beberapa barang bukti di dalam tas terduga pelaku berupa bom molotov serta beberapa peralatan lainnya seperti korek api dan lainnya," katanya.

Tim Polda Sumatera Barat memeriksa bahan peledak yang digunakan siswa di MAN 3 Padang, 14 Juli 2026.

Sumber gambar, DOK. POLDA SUMBAR

Keterangan gambar, Tim Polda Sumatera Barat memeriksa bahan peledak yang digunakan siswa di MAN 3 Padang, 14 Juli 2026.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, mengatakan dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menyita berbagai barang yang diduga berkaitan dengan perakitan bom.

Barang bukti yang diamankan antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta sejumlah barang lainnya.

Bagaimana terduga pelaku mempelajarinya?

Penyelidikan awal mengungkap bahwa R telah merencanakan aksinya sejak beberapa pekan sebelumnya.

Bahkan, anak berkonflik hukum itu disebut sempat mengunggah alat-alat yang digunakan untuk merakit bom, tas ke media sosial TikTok.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol M. Yasin mengatakan, R mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui internet.

"Proses belajar otodidak melalui internet berlangsung sejak empat bulan terakhir. Setelah memahami cara [merakit], R mulai membeli alat dan bahan baku secara mandiri melalui toko daring [e-commerce]," ujar Yasin, Selasa (14/07) malam.

Yasin menambahkan, seluruh komponen itu lalu dirakit diam-diam di rumah tanpa sepengetahuan orang tua maupun keluarganya. Bom itu lalu disimpan di kamarnya sebelum dibawa ke sekolah.

Apa dugaan faktor pemicunya?

Foto ilustrasi kampanye anti-perundungan.

Sumber gambar, NurPhoto / Contributor via Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi kampanye anti-perundungan.

Penyelidikan sementara kepolisian menunjukkan bahwa perundungan (bullying) diduga menjadi faktor pemicu.

"Ini dipicu oleh masalah psikologis yang mendalam karena sering menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman-teman sekelasnya," kata Kabid Humas Polda Sumbar Susmelawati, Selasa (14/07).

"Anak ini merasa sering menjadi objek bullying. Jadi dia mengambil jalan pintas dengan merakit bom berskala kecil atau low explosive. Cara merakitnya dipelajari secara mandiri melalui internet," tambah Susmelawati.

Susmelawati menyebut aksi R tidak berkaitan dengan jaringan terorisme.

Kini, Polda Sumbar memberikan pendampingan psikologis kepada R. Langkah itu dilakukan agar kondisi siswa itu dapat dipulihkan dan tidak berkembang ke arah tindakan yang lebih berbahaya.

Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, memberikan keterangan kepada Kompas.com di lingkungan sekolah, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/07/2026). Marliza menjelaskan mekanisme pengawasan siswa dan layanan Bimbingan Konseling (BK) di madrasah setelah kasus seorang siswa diduga membawa bom rakitan ke sekolah.

Sumber gambar, KOMPAS.COM/DHARMA HARISA

Keterangan gambar, Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza.

Di sisi lain, pihak sekolah mengaku tidak pernah menerima laporan bahwa siswa kelas XII itu menjadi korban perundungan.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza mengatakan, selama mengikuti kegiatan belajar mengajar, R dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik dan tidak memiliki catatan persoalan serius.

"Kalau anak kita ini baik-baik saja. Dia cuma pendiam. Tidak ada keluhan-keluhan apa-apa di sekolah mengenai apa pun," kata Marliza.

Menurut Marliza, R memang beberapa kali tidak masuk sekolah. Namun, ketidakhadiran tersebut tidak berkaitan dengan pelanggaran kedisiplinan berat.

Senada, mantan wali kelas R, Nindya juga bilang muridnya tidak pernah menyampaikan adanya perselisihan dengan teman maupun persoalan pribadi kepada pihak sekolah.

Apa yang menginspirasi aksi terduga pelaku?

Sejumlah personel Brimob dan TNI AL berjaga-jaga di lingkungan SMAN 72, Jakarta Utara, Jumat (07/11). Lokasi sekolah berada di Kompleks Perumahan TNI AL, Kelapa Gading.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sejumlah personel Brimob dan TNI AL berjaga-jaga di lingkungan SMAN 72, Jakarta Utara, Jumat (07/11/25). Lokasi sekolah berada di Kompleks Perumahan TNI AL, Kelapa Gading.

Selain belajar merakit bom melalui platform digital dan video YouTube, polisi menyebut aksi R diduga terinspirasi dari kasus SMA Negeri 72 Jakarta.

"Terduga juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di sebuah SMA di Jakarta pada tahun 2025," ujar Jubir Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka, Selasa (14/07).

"Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," tambah Mayndra.

Kasus pengeboman di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta Utara tejadi pada Jumat, (07/11/2025) siang. Seorang siswa, 17 tahun, dilaporkan membawa tujuh peledak ke dalam sekolah.

Dua personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga di SMAN 72 Jakarta, Jakarta, Jumat (07/11/25).

Sumber gambar, Antara Foto

Keterangan gambar, Dua personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga di SMAN 72 Jakarta, Jakarta, Jumat (07/11/25).

Empat meledak dan tiga tidak meledak. Akibatnya, sekitar 96 orang dilaporkan luka-luka.

Siswa itu diduga melakukan aksinya karena kerap mengalami bullying atau dirundung siswa lain.

Selain itu, polisi menyebut pelaku peledakan itu tergabung ke dalam sebuah grup daring bernama True Crime Community, yaitu komunitas daring yang memaparkan narasi tentang kisah-kisah kejahatan nyata yang mengandung unsur ekstremisme dan kekerasan.

Grup itu disebut memuat konten propaganda baik dalam bentuk video pendek, animasi, meme, hingga musik yang dikemas secara menarik guna membangkitkan semangat untuk menjadikan paham ekstremisme sebagai inspirasi.

SMP Negeri 3 Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) digegerkan oleh suara ledakan, Selasa (03/02).

Sumber gambar, KOMPAS.com/HENDRA CIPTA

Keterangan gambar, SMP Negeri 3 Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) digegerkan oleh suara ledakan, Selasa (03/02).

Beberapa bulan setelah kejadian di Jakarta, seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, melemparkan bom Molotov ke sekolahnya, Selasa (03/02).

Polisi menyebut ada empat petasan yang meledak, untuk memicu bom molotov.

Peristiwa itu membuat murid panik dan dipulangkan ke rumah masing-masing. Seorang siswa dilaporkan terluka akibat kejadian itu.

Aparat menemukan sejumlah barang berbahaya yang diduga akan digunakan untuk aksi lanjutan.

Antara lain lima tabung gas portable yang direkatkan dengan petasan, paku, dan pisau; enam botol berisi bahan bakar minyak dengan sumbu kain yang diduga sebagai bom molotov, serta satu bilah pisau.

Polisi menemukan, anak berkonflik hukum dalam peristiwa itu terpengaruh oleh komunitas daring, True Crime Community.

Pada tas siswa itu, kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, Rabu (04/02), ditemukan tulisan #ZERO DAY dan TCC.

Istilah #ZERO DAY dia sebut kerap digunakan dalam subkultur kekerasan ekstrem untuk menandai hari pelaksanaan serangan.

Selain itu, di tasnya juga tertulis deretan nama pelaku kekerasan dari berbagai negara.

---

Wartawan Halbert Chaniago di Padang, Sumbar, berkontribusi dalam artikel ini.