'Kami bawa bekal makan siang selama 10 tahun sehingga bisa pensiun pada usia 35 dan 40'

Katie dan Alan Donegan tersenyum ke arah kamera sambil sama-sama mengenakan kacamata dalam swafoto di depan danau dan pepohonan dengan latar langit biru.

Sumber gambar, Alan Donegan

Keterangan gambar, Katie dan Alan Donegan berhasil pensiun ketika Alan berusia 40 tahun dan Katie 35 tahun.
    • Penulis, Alice Kantor
    • Peranan, Reporter bidang bisnis
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Setiap musim dingin, Alan dan Katie Donegan menghindari menyalakan pemanas di rumah mereka di bagian selatan Inggris supaya tagihan tidak membengkak.

"Kami mengenakan lapisan pakaian tambahan dan menggunakan botol air panas. Kami menjadikannya seperti permainan," kata Alan.

"Itu bukan penderitaan, melainkan strategi."

Pasangan itu mengakui bahwa orang lain menganggap mereka "berlebihan" karena begitu ngotot berhemat. Namun, Alan menjelaskan bahwa mereka "sangat fokus untuk membeli kebebasan".

"Kebebasan" yang ia maksud adalah pensiun dini. Hal itu berhasil dicapai keluarga Donegan tujuh tahun lalu ketika Alan berusia 40 tahun dan Katie berusia 35 tahun.

Keduanya jarang membeli makanan siap saji untuk dibawa pulang dan selalu membawa bekal makan siang ke tempat kerja.

"Kami menghemat £40.000 [Rp965 juta] selama 10 tahun hanya dari kebiasaan membawa bekal makan siang itu," kata Alan.

"Kami bahkan mengisi daya ponsel saat berada di luar rumah dan mencari voucher Nectar [supermarket] yang dibuang orang. Anda boleh menganggapnya gila atau jenius, tetapi itu berhasil."

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Alan pernah bekerja sebagai tukang taman sebelum meluncurkan bisnis pelatihan dan pembinaan kehidupan, sementara Katie adalah seorang aktuaris, atau penilai risiko, di sebuah perusahaan keuangan.

Pada 2014, penghasilan Alan sekitar £63.000 [Rp1,5 miliar] per tahun, sementara Katie memperoleh £58.000 [Rp1,4 miliar].

Selain pendapatan mereka yang baik, kebiasaan menabung yang sangat ketat membuat mereka mampu pensiun lebih awal. Mereka menempatkan uang sebanyak mungkin yang sanggup mereka sisihkan ke dalam investasi.

"Setiap pound yang kami investasikan adalah satu langkah lebih dekat menuju kehidupan yang kami inginkan," kata Katie.

Mereka berhenti bekerja setelah tabungan mereka mencapai £1 juta (Rp24,1 miliar).

Baca juga:

Alan dan Katie merupakan bagian dari gerakan yang disebut Fire, singkatan dari Financially Independent, Retire Early (Mandiri Secara Finansial, Pensiun Dini).

Konsep tersebut hampir tidak dikenal 15 tahun lalu. Kini terdapat hampir satu juta anggota di forum diskusi utama Fire di platform media sosial Reddit. Sejumlah lembaga keuangan arus utama bahkan menerbitkan banyak panduan mengenai topik tersebut.

Uang poundsterling

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Prinsip utamanya adalah hidup sangat hemat selama masa bekerja sehingga Anda dapat pensiun secepat mungkin.

Bagi kebanyakan orang, mampu berhenti bekerja lebih awal hanyalah sebuah impian.

Mulai dari tingginya biaya hidup saat ini, harga properti yang meningkat, hingga utang pendidikan, kita cenderung bekerja lebih lama, bukan lebih singkat.

Statistik mendukung hal tersebut.

Tahun lalu, usia rata-rata pensiun di UK mencapai rekor tertinggi, yakni 65,8 tahun untuk pria dan 64,7 tahun untuk perempuan, menurut data resmi.

Situasi serupa terjadi di AS. Usia rata-rata pensiun bagi pria dan perempuan terus meningkat sejak 1990-an, mencapai masing-masing 64,8 dan 63,3 tahun pada 2025, menurut sebuah studi jangka panjang.

Baca juga:

Namun para pengikut Fire seperti Amy Minkley yang berusia 49 tahun tetap berkomitmen pada tujuan mereka.

Guru sekolah menengah pertama asal Amerika Serikat itu berhasil pensiun ketika baru berusia 44 tahun.

Untuk membantu mewujudkannya, ia bekerja di luar negeri di sekolah-sekolah internasional swasta di Jepang, Singapura, India, dan Thailand. Di tempat-tempat itu, menurut Minkley, dirinya mendapat kesempatan memperoleh pendapatan lebih tinggi dan menikmati biaya hidup yang jauh lebih rendah dibandingkan di kampung halamannya di Texas.

Gaji tahunannya mencapai setinggi US$76.000 (Rp1,36 miliar).

Dia juga berupaya membelanjakan sesedikit mungkin uang.

"Saya tidak tertarik mengikuti gaya hidup ekspatriat tertentu," kata Minkley.

"Saya jarang membeli pakaian mahal, memakai perangkat elektronik sampai benar-benar rusak, memasak sebagian besar makanan di rumah, dan selalu berpikir sejenak sebelum melakukan pembelian besar.

"Tinggal bersama teman serumah ketika tinggal di Singapura dan India memungkinkan saya menabung lebih banyak lagi, dan di beberapa negara saya tidak memerlukan mobil, sehingga pengeluaran saya tetap rendah," katanya.

Kini Minkley tinggal di Bali, Indonesia.

Amy Minkley

Sumber gambar, Amy Minkley

Keterangan gambar, Amy Minkley bekerja di luar negeri sebagai guru sebelum pensiun pada usia 44 tahun.

Carol Schleif adalah kepala strategi pasar di BMO Private Wealth, sebuah perusahaan konsultan keuangan yang berbasis di Toronto, Kanada.

Dia mengatakan bahwa meskipun Fire "masih dapat dilakukan" oleh banyak orang, sebagian besar kliennya lebih fokus pada keseimbangan dalam kehidupan kerja mereka.

Jadi, alih-alih terburu-buru pensiun sedini mungkin, mereka lebih berfokus menggabungkan karier yang bermakna dengan hidup sesuai kemampuan finansial mereka.

"Jika Anda pensiun dini tetapi tidak memiliki persahabatan, kesehatan, atau rasa tujuan hidup, Anda memang mencapai satu tujuan tetapi mengorbankan hal-hal lain... Anda harus bertanya apakah itu sepadan," kata Schleif.

"Sebaliknya, orang-orang kini memiliki pendekatan yang lebih fleksibel. Mereka mencoba menemukan cara untuk mencapai tujuan pensiun mereka sambil tetap menikmati hidup."

Sarah Coles, kepala keuangan pribadi di platform investasi Inggris AJ Bell, memperingatkan bahwa menerapkan filosofi Fire semakin menantang karena kebanyakan orang memang tidak mampu melakukannya.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa beberapa prinsip Fire tetap bermanfaat dan dapat membantu orang pensiun sedikit lebih cepat, seperti mulai menabung sejak usia muda dan meningkatkan kontribusi dana pensiun setiap kali memperoleh kenaikan gaji.

"Jalur yang seimbang dapat memberi Anda masa pensiun yang Anda inginkan, saat Anda menginginkannya, tanpa menguras semangat Anda. Hanya saja pendekatannya perlu lebih bernuansa dan realistis," kata Coles.

Baca juga:

Di dalam komunitas Fire, sebagian orang kini mengikuti jalur yang tidak terlalu intens ini, sehingga muncul subkategori seperti "Barista Fire".

Pendekatan ini berfokus pada menabung cukup banyak sehingga pendapatan dari investasi dapat menutupi sebagian besar biaya hidup.

Kemudian kekurangannya ditambah melalui pekerjaan paruh waktu.

Namun bagi sebagian pengikut Fire, hidup sangat hemat tetap menjadi cara utama untuk mencapai pensiun dini, dan merupakan pengorbanan yang menurut mereka sepadan dalam jangka panjang.

Seperti kata Minkley:

"Prinsip-prinsip Fire itu sederhana, dan tidak berubah: belanjakan lebih sedikit daripada yang Anda hasilkan, investasikan selisihnya, dan beri waktu pada uang Anda untuk bertumbuh."