You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Trump dan sejumlah pejabat diduga jadi target utama pelaku penembakan, kata Jaksa Agung AS
- Penulis, Imogen James
- Penulis, Helen Sullivan
- Penulis, Tabby Wilson
- Waktu membaca: 7 menit
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pejabatnya diduga menjadi target "utama" seorang pria bersenjata yang mencoba menyerbu acara makan malam wartawan Gedung Putih, kata Jaksa Agung sementara, Todd Blanche.
Tersangka, yang oleh media AS disebut sebagai Cole Tomas Allen (31 tahun), ditangkap setelah polisi mengatakan dia melepaskan tembakan di dekat pos pemeriksaan keamanan saat acara berlangsung di sebuah hotel di Washington DC pada Sabtu malam.
Berbicara kepada NBC News, Blanche mengatakan motif pelaku masih dalam penyelidikan. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa sasaran aksinya adalah Trump dan sejumlah pejabatnya.
Biro Investigasi Federal (FBI), melalui divisi kriminal dan satuan tugas antiterorisme, kini menangani penyelidikan insiden tersebut.
Trump, yang segera dievakuasi dari panggung ke tempat aman, berkata kepada wartawan dalam jumpa pers setelah penembakan: "Saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya dari ini."
Dalam pernyataan pada Minggu, Gedung Putih menyebut Trump "tetap teguh dan tanpa rasa takut" setelah dia dan para anggota kabinetnya selamat dari apa yang disebut sebagai "upaya pembunuhan ketika tembakan dilepaskan".
Presiden Asosiasi Wartawan Gedung Putih, Weijia Jiang, menyebut serangan itu sebagai "peristiwa mengerikan".
Pada Minggu, Jiang—yang duduk di sebelah Trump saat jamuan makan malam berlangsung—menyampaikan terima kasih kepada Dinas Rahasia AS atas tindakan mereka yang dinilai telah "melindungi ribuan tamu" dalam acara tersebut.
Di hari yang sama, Presiden Trump mengatakan kepada Fox News bahwa tersangka "menyimpan banyak kebencian di dalam hatinya sejak lama", serta menyebut keluarganya mengetahui dia memiliki "berbagai kesulitan".
Trump juga menambahkan bahwa tersangka memiliki sebuah "manifesto".
Pada Sabtu, sekitar pukul 20.35 waktu setempat, suara tembakan terdengar di area lobi Hotel Washington Hilton.
Hotel itu adalah lokasi berlangsungnya makan malam bersama Asosiasi Wartawan Gedung Putih di ballroom di lantai bawah.
Presiden AS, Ibu Negara Melania Trump, serta Wakil Presiden JD Vance, segera dievakuasi dari ruangan oleh aparat keamanan.
Sejumlah pejabat mengatakan aparat penegak hukum sempat baku tembak dengan terduga pelaku serangan dan berhasil mencegatnya, serta "meyakini" bahwa tersangka sempat melepaskan senjata api.
Terduga pelaku disebut tidak tertembak, tapi dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis.
Polisi menyebut tersangka membawa dua senjata api serta beberapa pisau.
Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CBS News bahwa penyelidik tengah menelaah sejumlah tulisan yang diduga dibuat oleh tersangka, yang menyebutkan keinginannya untuk secara khusus menargetkan para pejabat pemerintahan.
Salah satu anggota keluarga Allen dilaporkan telah menghubungi polisi setelah menerima tulisan-tulisan tersebut sebelum serangan terjadi.
Namun, tulisan yang dikirimkan kepada anggota keluarga itu dilaporkan tidak secara spesifik menyebut Acara Makan Malam Asosiasi Wartawan Gedung Putih.
BBC News belum dapat memverifikasi secara independen tulisan-tulisan tersebut, yang digambarkan sebagai sebuah manifesto dan dilaporkan dikirimkan kepada keluarga tersangka sebelum upaya serangan dilakukan.
Seorang petugas keamanan yang tertembak dan mengalami luka dalam insiden itu telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Rompi antipelurunya "membantu kami mencegah potensi tragedi", kata Kepala Komunikasi Dinas Rahasia AS, Anthony Guglielmi, kepada BBC.
Beberapa wartawan BBC turut menghadiri jamuan makan malam tersebut dan menggambarkan suasana kebingungan yang meluas setelah terdengar suara tembakan.
Koresponden Utama BBC di Amerika Utara, Gary O'Donoghue, mengatakan dia mendengar "suara dentuman keras".
"Dalam hitungan detik, saya berpikir, itu adalah suara hentakan rendah yang biasa dihasilkan senjata semi-otomatis," ujarnya.
Ruangan sempat dikunci sementara, sebelum diumumkan bahwa acara akan dijadwalkan ulang dan para peserta diminta meninggalkan lokasi.
Jaksa Agung sementara, Todd Blanche mengatakan kepada mitra BBC di AS, CBS News, bahwa penyelidik meyakini tersangka melakukan perjalanan ke ibu kota dengan kereta api—dari Los Angeles ke Chicago, sebelum melanjutkan ke Washington DC.
Allen menggambarkan dirinya sebagai insinyur mekanik, pengembang gim, dan pengajar di akun LinkedIn miliknya.
Dia berasal dari Torrance, California, di mana sebuah alamat yang diyakini terkait dengannya kini tengah digeledah.
Para pejabat mengatakan Allen akan didakwa secara resmi di pengadilan federal pada Senin atas tuduhan menyerang petugas federal dan menggunakan senjata api dalam tindak kejahatan dengan kekerasan.
Presiden AS menyampaikan pengarahan dari Gedung Putih setelah serangan tersebut.
Berbicara di hadapan ruangan yang dipenuhi jurnalis—semuanya mengenakan busana resmi pesta malam—Trump, yang juga mengenakan setelan black tie, memuji kinerja Dinas Rahasia AS dan mengatakan bahwa semua orang di ruangan itu berutang "rasa terima kasih yang sangat besar" kepada mereka.
Meski selama dua masa kepresidenannya dia kerap melontarkan kritik terhadap media, Trump juga menyempatkan diri untuk mengucapkan terima kasih kepada pers atas apa yang dia sebut sebagai "peliputan yang bertanggung jawab" terkait serangan tersebut.
Dia juga menyerukan agar masyarakat "menyelesaikan perbedaan secara damai".
Trump kemudian menggunakan insiden itu untuk kembali memperkuat argumennya mengenai rencana pembangunan ballroom baru di Gedung Putih.
Dalam unggahannya di Truth Social, dia menulis bahwa kejadian tersebut tidak akan terjadi "jika Ballroom Rahasia Tingkat Militer yang saat ini sedang dibangun sudah ada".
Proyek kontroversial tersebut sebelumnya telah menghadapi sejumlah gugatan hukum.
Ini merupakan kali ketiga Trump menghadapi ancaman pembunuhan.
Pada Juli 2024, sebuah peluru sempat menggores telinganya saat dia berkampanye di Butler, Pennsylvania.
Dua bulan kemudian, pada September 2024, seorang pria bersenjata yang diduga hendak menyerangnya terlihat bersembunyi di semak-semak di area lapangan golf milik Trump di West Palm Beach, Florida.
Trump menghadiri Jamuan Makan Malam Asosiasi Wartawan Gedung Putih untuk pertama kalinya sebagai presiden.
Terakhir kali dia hadir dalam acara tersebut pada 2011, ketika masih berstatus sebagai warga sipil.
Mantan Presiden AS Barack Obama, yang menyampaikan pidato sebagai presiden dalam acara tahun 2011 yang juga dihadiri Trump, mengatakan, "Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menolak gagasan bahwa kekerasan memiliki tempat dalam demokrasi kita.
"Ini juga menjadi pengingat yang serius akan keberanian dan pengorbanan yang ditunjukkan para agen Dinas Rahasia AS setiap hari. Saya berterima kasih kepada mereka—dan bersyukur petugas yang tertembak dipastikan akan pulih."
Sejumlah pemimpin dunia turut mengecam insiden tersebut.
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan dirinya "terkejut" dengan serangan itu, seraya menambahkan: "Setiap serangan terhadap institusi demokrasi atau kebebasan pers harus dikecam dengan sekeras-kerasnya."
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan dia merasa "lega" karena Trump, ibu negara, serta para tamu yang hadir dalam acara tersebut berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga mengatakan dia "senang mendengar" bahwa semua orang yang berada di lokasi kejadian selamat.