You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Kisah dua pria yang selamat dari hantavirus - 'Rasanya seperti siksa neraka'
- Penulis, Vicky Wong
- Penulis, Lindsay Brown
- Peranan, BBC World Service
- Waktu membaca: 4 menit
Hantavirus rupanya sudah pernah menjangkiti sejumlah orang. Mereka adalah Lorne Warburton dari Kanada dan Christian Ege dari Jerman.
Keduanya selamat dari virus yang disinyalir lebih mematikan ketimbang Covid, karena beberapa strain-nya memiliki tingkat kematian 20% hingga 40%.
Kedua pria tersebut kemudian berbagi pengalaman setelah strain langka hantavirus ditemukan pada pasien yang terpapar ketika berada di sebuah kapal pesiar Belanda.
Sejauh ini, tiga penumpang MV Hondius telah meninggal dunia. Kapal pesiar itu berlayar dari Argentina dalam perjalanannya melintasi Samudra Atlantik sekitar sebulan lalu.
Lalu, bagaimana kisah kedua pria yang bertahan hidup dari hantavirus?
Bagi Lorne Warburton, hantavirus merupakan "siksa neraka di dunia". Tiga tahun lalu, ia harus bertahan hidup dengan alat bantu di rumah sakit akibat terpapar hantavirus yang tidak pernah diketahuinya.
Berawal dari Maret 2023, ia merasa tidak enak badan. Kepada BBC Outside Source, ia menyebut gejalanya "mirip Covid" yaitu tubuh nyeri, sakit kepala kronis, dan kelelahan.
Akan tetapi, semua itu memburuk dengan cepat. Ia bercerita tubuhnya "basah kuyup oleh keringat dan sulit bernafas".
Ia dilarikan ke rumah sakit dan segera dipasang mesin yang menopang hidupnya. Tidak lama kemudian, diagnosisnya keluar berupa hantavirus.
Selama tiga pekan, ia dirawat di rumah sakit. "Jika ditanya seberapa tingkat sakitnya, rasanya seperti neraka. Itu seperti siksaan dan aku harus melewati semuanya hingga bangkit lagi."
Di Jerman, Christian Ege justru mengalami gejala mirip Covid pada Mei 2019. Antara lain, flu berat selama tiga hari dengan muntah dan pusing. Baginya, itu terasa seperti "flu yang aneh".
Setelah menjalani tes darah usai berkonsultasi dengan dokter, ia pun dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) karena diagnosis yang muncul berupa gagal ginjal dan sepsis. Selama beberapa hari, ia dipasang kateter leher untuk akses dialisis.
Christian berkata kepada BBC bahwa sepsis menjadi bagian yang paling mengkhawatirkan dari penyakitnya.
"Ginjal pulih secara normal, tetapi kebetulan terjadinya eskalasi bakteri dan virus secara bersamaan itu yang cukup mengkhawatirkan selama beberapa hari."
Keduanya diduga tertular hantavirus dari kotoran tikus.
Lorne meyakini hal ini karena ia sempat membersihkan rumah dan mengibaskan karpet di lotengnya sebelum gejala itu datang menyerangnya.
Christian, seperti Lorne, tidak pernah mendengar tentang hantavirus, tetapi seorang ahli biologi yang ditugaskan pihak berwenang menemukan sampel positif di kebunnya. Beberapa hari sebelumnya, putranya menemukan seekor tikus mati di kebun tersebut.
Bagaimana perjalanan sembuh keduanya?
Lorne akhirnya diizinkan pulang setelah masa rawat inapnya. Namun, ia berkata butuh satu setengah tahun untuk pulih dan membangun kembali kebugaran tubuhnya. Proses untuk pulih secara penuh ini disebutnya "sangat lambat".
"Pemulihannya melalui langkah-langkah kecil. Seperti saya sudah melangkah dua langkah ke dapan, tapi lalu mundur lagi empat langkah," ujarnya.
"Saya juga mengalami masalah lain. Misalnya, bahu beku setelah pulang dari rumah sakit. Itu sangat menyakitkan. Jadi, saya berusaha membangun kembali diri saya. Tapi pertama-tama saya harus memulihkan bahu sebelum bisa mulai mengerjakan hal lainnya."
Meski kondisi Lorne kini sudah baik, ia mengaku ada gangguan irama jantung yang disebut fibrilasi atrium sehingga memerlukan obat jantung harian.
"Jantung saya tidak sinkron, ruang-ruangnya tidak sinkron dengan baik. Jadi ketika mereka membuat jantung saya kembali bekerja, saya memiliki jantung yang kuat tetapi ritmenya tidak tepat."
Lorne bersyukur kepada tim medis yang membantunya pulih. Bahkan, juga ikut menggalang dana untuk membeli peralatan dan renovasi medis bagi yayasan kesehatan setempat.
Meski pemulihannya panjang, Lorne mengatakan ia "kembali ke kehidupan normal". Ia juga sudah bekerja lagi dan bersama anak-anaknya.
"Anda tidak akan lagi menganggap remeh hal-hal seperti dulu. Saya menghargai bahkan detil-detil terkecil yang kebanyakan orang tidak akan sadari atau lihat dalam kehidupan sehari-hari," kata Lorne.
"Saya tidak minum cairan selama dua minggu ketika berada di ICU, dan saya masih ingat meneguk air bersih segar itu adalah hal terlezat yang pernah saya rasakan dalam hidup," kenangnya.
Sementara itu, Christian mengaku dirinya "benar-benar bugar" tanpa "kerusakan lanjutan" setelah pemulihan selama empat bulan.
Hal yang tak kalah beban ketika menuju penyembuhan adalah proses dialisis yang memaksa seluruh tubuhnya bekerja ekstra keras.
Christian menggambarkannya sebagai pengalaman yang membuatnya berkecil hati. "Itu masa yang sulit, hari-hari yang berat, tetapi banyak sekali orang yang menderita lebih parah daripada saya."
Kepada BBC, ia bertutur kini dirinya berusaha membaca satu buku setiap minggu sejak pulih dan memiliki lebih banyak waktu,
Bagaimana situasi terkini terkait Hantavirus?
Terkait peristiwa di kapal pesiar MV Hondius, operator kapal pesiar tersebut mengonfirmasi tiga orang, termasuk satu warga Britania telah dievakuasi dari kapal pada Rabu (06/05) ke Belanda untuk menjalani perawatan.
Warga Britania tersebut adalah mantan polisi berusia 56 tahun, Martin Anstee. Ia dilaporkan berada dalam kondisi stabil.
Istrinya, Nicola, bercerita pada Daily Telegraph bahwa momen itu merupakan "beberapa hari yang sangat dramatis" dan kondisinya "sedikit naik turun".
Secara terpisah, Badan Keamanan Kesehatan UK (UKHSA) mengonfirmasi pada Rabu (06/05) bahwa dua warga Britania tengah melakukan isolasi mandiri di rumahnya setelah kemungkinan terpapar hantavirus.
MV Hondius kini berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, setelah berlabuh selama tiga hari di dekat Tanjung Verde, negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat.
Hantavirus, yang dinamai dari sebuah sungai di Korea Selatan, menggambarkan sebuah keluarga virus dan bukan satu penyakit tunggal. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) terdapat lebih dari 20 spesies virus.
Virus ini biasanya menyebar dari hewan pengerat melalui urin dan kotoran yang mengering. Hal ini biasanya terjadi dengan menghirup virus, misalnya ketika urin dan kotoran hewan pengerat yang mengandung hantavirus teraduk ke udara.
Virus ini juga dapat tertular melalui gigitan hewan pengerat, seperti tikus.