You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Apa itu galur Andes hantavirus yang mewabah di sebuah kapal pesiar?
- Penulis, Yang Tian
- Peranan, BBC News
- Waktu membaca: 5 menit
Sebanyak tiga orang telah meninggal dunia setelah diduga terdampak wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebanyak tiga kasus hantavirus telah dikonfirmasi dan lima kasus dugaan lainnya masih diselidiki, kata WHO.
WHO mengatakan kepada BBC bahwa "penyelidikan terperinci" terhadap dugaan kasus hantavirus tersebut "sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan".
Wabah itu dilaporkan terjadi di dalam kapal pesiar MV Hondius, yang sedang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde.
Berikut ini hal-hal yang kami ketahui tentang hantavirus.
Apa itu galur Andes hantavirus?
Hantavirus, yang namanya diambil dari sebuah sungai di Korea Selatan, merupakan sebuah keluarga virus, bukan satu penyakit tunggal.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat lebih dari 20 spesies virus yang berbeda—hampir semuanya terkait dengan infeksi akibat hewan pengerat, terutama tikus dan mencit, melalui urin dan kotoran yang mengering.
Namun, satu jenis galur hantavirus, yang dikenal sebagai virus Andes, diyakini dapat menular dari manusia ke manusia, meskipun sangat jarang.
Hal ini telah dikonfirmasi pada dua penumpang MV Hondius—seorang pria asal UK yang dirawat di rumah sakit di Johannesburg dan seorang perempuan asal Belanda yang meninggal dunia—menurut menteri kesehatan Afrika Selatan.
Galur Andes sebagian besar ditemukan di Argentina dan Chile.
Pada akhir 2018, terjadi wabah di Argentina. Setelah ditelusuri, wabah itu berasal dari orang-orang yang menghadiri sebuah pesta. Satu orang yang membawa virus diduga tanpa sadar menularkannya kepada 34 kasus terkonfirmasi yang menyebabkan 11 kematian.
Apa langkah selanjutnya?
WHO sebelumnya bekerja dengan asumsi bahwa virus tersebut dapat menyebar melalui kontak antarindividu di dalam kapal serta melalui kontak dengan hewan pengerat.
Kini, setelah galur Andes terkonfirmasi, jauh lebih penting bagi penumpang dan awak kapal untuk menerapkan jaga jarak, seperti yang diterapkan selama pandemi Covid-19.
Baca juga:
Para penumpang saat ini harus berada di kabin masing-masing untuk mengurangi paparan, sehingga membantu pengendalian risiko.
Para ahli menyatakan bahwa tindakan seperti mengisolasi pasien terinfeksi, mencuci tangan secara rutin, melacak dan memantau kontak dekat, serta menerapkan langkah pengendalian infeksi sangat penting untuk menghentikan penyebaran penyakit.
Hingga saat ini, belum jelas bagaimana wabah ini bermula.
Sepasang suami istri asal Belanda yang meninggal diketahui telah bepergian ke Amerika Selatan sebelum naik kapal pada awal April. Ada kemungkinan bahwa salah satu atau keduanya terpapar virus selama perjalanan tersebut.
Kapal pesiar tersebut juga mengunjungi wilayah yang dihuni satwa liar, sehingga selalu ada kemungkinan seorang penumpang tertular virus selama pelayaran.
Uji genetik lanjutan terhadap virus mungkin dapat mengetahui bagaimana virus tersebut masuk ke kapal.
Para ahli menyatakan bahwa risiko penularan bagi populasi global sangat rendah. Saat ini, tidak ada bukti penyebaran di luar kapal.
Bagaimana hantavirus menyebar?
Hantavirus biasanya menyebar ketika seseorang berkontak dekat dengan kotoran, urin, atau air liur hewan pengerat.
Hal ini bisa terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi hantavirus, misalnya saat urin dan kotoran tikus yang mengandung hantavirus beterbangan di udara.
Virus ini juga dapat menular melalui gigitan hewan pengerat, seperti tikus.
Apa gejalanya dan seberapa mematikan hantavirus?
Virus ini dapat menyebabkan dua penyakit serius.
1. Sindrom Paru Hantavirus (Hantavirus Pulmonary Syndrome / HPS)
Penyakit ini sering dimulai dengan kelelahan, demam, dan nyeri otot, kemudian diikuti oleh sakit kepala, pusing, menggigil, dan gangguan perut.
Pada tahap selanjutnya, dapat muncul gejala pernapasan, termasuk kesulitan bernapas yang parah, dan kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.
Penyakit ini merupakan salah satu dampak utama dari galur Andes, dengan tingkat peluang kematian sekitar 20%–40%.
Masa inkubasi juga menjadi faktor yang menyulitkan—gejala dapat muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar.
2. Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome / HFRS)
Penyakit ini awalnya menyerupai gejala flu, namun dapat berkembang dan menyerang ginjal, menyebabkan tekanan darah rendah, perdarahan internal, dan gagal ginjal akut.
Berapa banyak kasus hantavirus yang dilaporkan secara global?
Diperkirakan terdapat 150.000 kasus HFRS di seluruh dunia setiap tahun, terutama di Eropa dan Asia, menurut sebuah laporan dari National Institutes of Health.
Lebih dari setengah kasus tersebut biasanya terjadi di China.
Data terbaru dari AS menunjukkan bahwa sejak 1993, ketika pemantauan hantavirus dimulai, hingga 2023, terdapat 890 kasus di negara tersebut.
Namun, virus Seoul, salah satu galur utama hantavirus yang dibawa oleh tikus Norwegia (juga dikenal sebagai tikus cokelat), ditemukan di seluruh dunia, termasuk di AS.
Bagaimana cara penanganan hantavirus?
Tidak ada pengobatan khusus untuk penularan hantavirus.
CDC merekomendasikan perawatan untuk mengatasi gejala, yang dapat mencakup terapi oksigen, ventilasi mekanis, obat antivirus, dan bahkan dialisis atau cuci darah.
Pasien dengan gejala berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit di unit perawatan intensif.
Dalam kasus yang parah, sebagian pasien mungkin perlu dilakukan intubasi.
CDC merekomendasikan penghilangan kontak dengan hewan pengerat di rumah atau tempat kerja untuk mengurangi paparan terhadap virus.
Badan tersebut juga menyarankan penutupan titik-titik masuk di ruang bawah tanah atau loteng tempat hewan pengerat dapat memasuki rumah.
Penggunaan perlengkapan pelindung juga disarankan saat membersihkan kotoran hewan pengerat untuk menghindari virus terhirup.
Apakah ada kasus hantavirus terbaru?
Pada Februari 2025, Betsy Arakawa, istri aktor peraih Oscar Gene Hackman, meninggal dunia akibat penyakit pernapasan yang dikaitkan dengan hantavirus.
Penyelidik medis meyakini Arakawa tertular HPS—galur yang paling umum di AS— yang menyebabkan kematiannya.
Sarang serta beberapa bangkai hewan pengerat ditemukan di rumahnya, tempat ia ditemukan.
Catatan kepolisian menunjukkan bahwa Arakawa sempat mencari informasi di internet tentang gejala flu dan Covid pada hari-hari sebelum ia meninggal dunia.