Pemerintah Selandia Baru membuka kesempatan kepada publik mengirim rancangan bendera untuk menggantikan model lama.
Banyak orang sudah mengajukan usulan meski masih belum jelas apakah pemerintah memang akan mengganti desain bendera yang sekarang dipakai.
Berikut rancangan bendera baru yang diajukan anggota masyarakat.
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Southern Kiwi, karya Aku A from Waikato, satu dari banyak pendaftar bertema kiwi.
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Blue Sky, Blue Sea karya Phil Plunkett. "Jadikan sederhana! Semua orang memiliki sehelai kain biru di rumah yang bisa dipotong, Bam! 12 bendera dari sehelai kain," kata Plunkett.
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Gains, oleh Logan Wu dari Wellington. "Selandia Baru telah melalui jalan yang panjang sejak penjajahan."
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Happy Kiwi oleh Davy Lee dari Auckland. "Karena ini menggambarkam bahwa kami adalah negara yang menyenangkan dan 'harmless kiwis'," kata Lee.
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Red, oleh Phil Plunkett, lagi. "Merah itu keren. Terlihat cepat dan mudah untuk dibuat. Naga dan Ninja menyukai merah."
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Te Pepe, karya David Astil dari Waikato. "Perasaan itu ketika mata kita memandang burung Kiwi langka yang sedang terbang dan megah merupakan ikon klasik hubungan mendalam Selandia Baru dengan leluhurnya, semangatnya, tanah dan budaya."
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Good Flag, karya James Ireland asal Auckland. "Hewan, alam, blah, blah, blah."
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Blu Green Blu, karya Phil Plunkett asal Auckland, sekali lagi. "Jadikan ini sederhana! Desain sederhana yang menyegarkan, bisa dikibarkan terbalik dari segala arah."
Sumber gambar, BBC World Service
Keterangan gambar, Fire the Lazar! karya James Gray asal Auckland. "Sinar laser memproyeksikan gambaran Selandia Baru yang kuat. Saya percaya desain saya sangat kuat, tidak perlu dibahas lagi."