Kronologi penembakan pilot AS dan pembakaran pesawat AMA di Yahukimo Papua – Amnesty sebut 'pelanggaran hak asasi manusia yang tragis'

Jenazah pilot AMA, Nicholas Francis Goselin, tiba di Hanggar PT Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (03/07).

Sumber gambar, Ikbal Asra

Keterangan gambar, Jenazah pilot AMA, Nicholas Francis Goselin, tiba di Hanggar PT Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (03/07).
    • Penulis, Quinawaty Pasaribu
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 13 menit

Amnesty International Indonesia menyebut peristiwa penyerangan terhadap pilot Amerika, Nicholas F. Goselin, yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua, oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) merupakan "pelanggaran hak asasi manusia yang tragis".

Pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) Air tersebut menjadi korban serangan di Bandara Ipdeheik, pada Kamis (02/07).

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak berwenang Indonesia dan menyebut pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, sangat memprioritaskan keselamatan dan keamanan warganya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Deplu AS berkata pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak berwenang maupun pihak keluarga, serta memantau perkembangannya secara saksama.

Sementara itu, Direktur PT AMA, Bob Kayadu, membantah tuduhan kelompok TPNPB yang menyebut maskapainya mengangkut personel atau logistik militer.

"Bisa dicek langsung di manifes. Tidak pernah kami membawa barang-barang militer," cetusnya.

Bagaimana kronologinya?

Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, pesawat perintis jenis pilatus milik PT AMA tersebut berangkat dari Bandar Udara Wamena pada Kamis (02/07) pukul 06.30 WIT dengan membawa satu orang pilot dan tujuh penumpang.

Pesawat dilaporkan mendarat di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyebut tidak diperoleh adanya informasi terkait kondisi keamanan di area sekitar lapangan terbang tersebut yang menunjukkan adanya situasi keamanan yang tidak kondusif.

Sebelum penerbangan dilaksanakan, klaim Kemenhub, informasi cuaca pada rute penerbangan dilaporkan dalam kondisi baik.

Yahukimo, Nicholas F. Goselin, AMA Air, TNPB, Papua.

Sumber gambar, TPNPB/Jubi

Keterangan gambar, Penampan pesawat PT AMA Air PK-RCY yang habis terbakar.

Namun demikian, berdasarkan laporan awal, tidak terdapat penyampaian informasi mengenai situasi keamanan dari Lapangan Terbang Balinggama sebelum pesawat mendarat.

Setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut dilaporkan terputus.

Kuat dugaan, begitu mendarat dan menurunkan muatan, sekelompok orang yang diklaim sebagai TPNPB menyerang dan membakar pesawat.

Pihak otoritas bandara di Wamena baru menerima laporan darurat dari Manajer PT AMA beberapa jam kemudian, tepatkan pada pukul 09.39 WIT.

Kepala Bandara Nop Goliat Dekai, yakni bandar udara yang melayani Distrik Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menuturkan laporan mengenai terjadinya serangan maupun pembakaran itu berasal dari pilot Susi Air yang melayani rute Dekai-Hilari-Dekai pada pukul 09.49 WIT.

Belakangan, Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas serangan terhadap pilot warga Amerika Serikat beserta pembakaran pesawat tersebut.

Sebby menyatakan TPNPB telah menembak mati Nicholas F. Goselin lantaran diduga mengangkut pasukan dan logistik militer Indonesia ke provinsi yang tengah bergejolak itu.

Kehadiran pesawat itu, klaimnya, melanggar larangan mereka terhadap penerbangan sipil di wilayah-wilayah yang dianggap kelompok tersebut sebagai zona operasi.

Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo berfoto depan pesawat AMA PK RCY yang dibakar di Lapter Balinggama.

Sumber gambar, TPNPB OPM

Keterangan gambar, Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo berfoto depan pesawat AMA PK RCY yang dibakar di Lapter Balinggama.

Sementara itu, Komandan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Elkius Kobak, juga mengklaim bahwa penembakan terhadap pilot Nicholas dilakukan atas perintahnya.

Ia berkata, mereka telah mengeluarkan ultimatum yang melarang seluruh pesawat sipil memasuki wilayah operasional TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

"Kami juga menyampaikan kepada pemerintah AS, melalui kedutaan besarnya di Indonesia, dan kepada negara-negara anggota PBB bahwa penembakan terhadap pilot Amerika ini merupakan konsekuensi dari kesalahan pemerintah Indonesia, AS, Belanda, dan PBB..."

"Yang gagal mengatasi akar masalah konflik di Papua antara militer Indonesia dan TPNPB yang telah berlangsung selama 64 tahun," ucap Elkius Kobak.

Akibat konflik berkepanjangan itu, sambungnya, setidaknya puluhan ribu warga sipil tewas dan ratusan ribu warga adat Papua terpaksa mengungsi ke berbagai wilayah tanpa bantuan kemanusiaan melalui Komite Palang Merah Indonesia (ICRC).

Karenanya, Elkius maupun Sebby mendesak PBB untuk memfasilitasi perundingan yang melibatkan pemerintah Indonesia, TPNPB, dan perwakilan rakyat Papua.

Serta, memperingatkan bahwa kelompoknya bakal terus menargetkan pesawat sipil lain yang diyakini membantu operasi militer di wilayah tersebut.

Uskup Jayapura bantah pesawat AMA terlibat operasi militer

Menanggapi tuduhan TPNPB, Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, membantah tudingan yang menyebut pesawat milik PT AMA digunakan untuk mengangkut personel militer, amunisi, maupun terlibat dalam operasi keamanan di Papua.

Ia mengklaim, sejak maskapai itu beroperasi 67 tahun lalu, penerbangan misi gereja semata-mata ditujukan untuk pelayanan kemanusiaan dan menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

"Gereja Katolik ada untuk pelayanan manusia, murni seratus persen. Tidak ada kepentingan-kepentingan politik di balik itu, sama sekali tidak ada. Gereja ada, alat transportasi amal ini diadakan hanya untuk murni pelayanan manusia," kata Mgr. Yanuarius dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat (03/07).

"Kalau memang kami kedapatan mengangkut anggota TNI, Polri, KKB, TPNPB atau membawa amunisi, silakan. Tetapi selama ini tidak ada."

Pilot Nicholas F. Goselin, WNA asal USA yang menerbangkan pesawat AMA PK-RCY.

Sumber gambar, KOMPAS.com/SALMAWATI

Keterangan gambar, Pilot Nicholas F. Goselin, WNA asal USA yang menerbangkan pesawat AMA PK-RCY.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Dia juga berkata, gereja memahami bahwa mengoperasikan pesawat di wilayah pedalaman Papua sangat berisiko. Tapi, risiko itu selama ini dianggap sebagai bagian dari panggilan pelayanan.

"Kami sudah mengalami banyak risiko. Banyak pilot sejak zaman misionaris sampai sekarang mengalami kecelakaan, bahkan meninggal. Kami juga mengalami kerugian karena kehilangan pesawat berulang kali. Tetapi karena misi kami mulia, misinya agung, maka kami tetap bertahan sampai saat ini," terangnya.

"Kalau itu (penerbangan pesawat ada) kepentingan politik atau lainnya, tidak mungkin kami bertahan seperti ini. Jadi itu adalah misi gereja. Kami tahu bahwa tugas mengabarkan Injil ke seluruh dunia sampai di pelosok-pelosok adalah tugas gereja," sambungnya.

Uskup Mgr. Yanuarius juga memaparkan pesawat milik PT AMA bukan satu-satunya maskapai yang dipergunakan dalam misi gereja di Papua.

Maskapai seperti MAF, Jayawijaya Air Service, dan Advent, memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung pelayanan kemanusiaan dan masyarakat di wilayah terpencil.

Dan, katanya, pelayanan itu mendapat dukungan pemerintah melalui program subsidi angkutan udara perintis yang juga difungsikan untuk mengangkut bahan makanan, bangunan, pegawai, hingga kebutuhan masyarakat.

Itu alasan maskapai AMA membuka sejumlah rute baru, termasuk rute menuju Balinggama, lokasi terjadinya insiden pembakaran pesawat.

Sebelumnya, penerbangan menuju Balinggama tidak dilakukan secara rutin. Tapi, setelah adanya program subsidi dari pemerintah, AMA mulai melayani rute tersebut sekali seminggu.

"Tempat itu sebelumnya kami tidak masuk. Tetapi karena pemerintah memberi kesempatan melalui subsidi untuk mengangkut barang dan penumpang, akhirnya kami melayani penerbangan ke sana."

Selama hampir tiga tahun beroperasi, klaimnya, tidak pernah ada persoalan keamanan.

Akibat peristiwa serangan pada Kamis, gereja mengalami kerugian besar, baik secara moral maupun materil.

"Sebagai pimpinan gereja, kami merasa ditampar," katanya.

Jenazah pilot AMA, Nicholas Francis Goselin, tiba di Hanggar PT Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (03/07).

Sumber gambar, Ikbal Asra

Keterangan gambar, Jenazah pilot AMA, Nicholas Francis Goselin, tiba di Hanggar PT Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (03/07).

Ia juga menyebut seluruh armada AMA diperoleh dari hasil sumbangan umat dan lembaga-lembaga gereja.

"Ini bantuan sosial murni dari gereja. Dana itu berasal dari derma umat yang dikumpulkan sehingga bisa membeli pesawat seperti ini," katanya.

Sebelumnya, Direktur PT AMA, Bob Kayadu, menyebut harga satu unit pesawat Pilatus Porter yang terbakar mencapai sekitar Rp52 miliar.

Uskup Mgr. Yanuarius menyebut belum tahu apakah ke depan masih bisa terus mengoperasikan pesawat untuk melayani masyarakat atau tidak, mengingat harga pesawat yang mahal tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan pelayanan penerbangan misi gereja selama ini tidak pernah bertujuan mencari keuntungan.

Ia meminta agar aksi kekerasan terhadap penerbangan sipil tidak terulang dan mendesak pemerintah menindak para pelakunya.

AMA: Muatan pesawat bisa diperiksa melalui manifes

Sementara itu, Direktur PT AMA, Bob Kayadu, mengklaim seluruh muatan penerbangan dapat diverifikasi melalui dokumen manifes.

Menjawab pertanyaan wartawan Ikbal Asra, mengenai bagaimana AMA memastikan muatan yang diangkut bukan bagian dari operasi militer aktif, serta bukan sekadar rotasi personel biasa, Bob mengatakan perusahaan memiliki prosedur yang melarang pengangkutan barang-barang militer.

"Bisa dicek langsung di manifes. Tidak pernah kami membawa barang-barang militer," katanya pada Jumat (03/07).

Ia juga bilang, ketentuan tersebut diatur dalam prosedur operasi standar (SOP) dan operation manual AMA.

"Sesuai standar operasional AMA dan operation manual, kami menolak, kami tidak menerima, dan tidak mengangkut barang-barang militer."

Jenazah pilot AMA, Nicholas Francis Goselin, tiba di Hanggar PT Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (03/07).

Sumber gambar, Ikbal Asra

Keterangan gambar, Jenazah pilot AMA, Nicholas Francis Goselin, tiba di Hanggar PT Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (03/07).

"Kami ada di sini untuk tetap melayani dengan netralitas, tidak memihak kepada siapa pun."

Bob kemudian menjelaskan sebagian besar wilayah pelayanan AMA merupakan daerah yang tidak dilayani maskapai komersial.

"Karena kami melayani sampai ke pelosok-pelosok yang pesawat komersial lain tidak masuk ke tempat itu," katanya.

Bob mengatakan penerbangan rute Balinggama telah berjalan sekitar tiga tahun terakhir, dengan frekuensi satu kali setiap minggu.

Baginya, kematian pilot Nicholas merupakan pukulan berat bagi keluarga besar maskapai. Sebab, selama 67 tahun beroperasi di Papua, belum pernah terjadi insiden serupa.

"Kalau kecelakaan itu biasa. Tetapi kalau pembakaran dan juga pembunuhan, itu sangat tidak berperikemanusiaan,: katanya.

Meski mengaku terpukul, sambungnya, AMA belum memutuskan apakah akan menghentikan operasional penerbangan. Keputusan baru akan diambil setelah seluruh proses penanganan jenazah pilot selesai.

"Untuk sementara waktu belum ada keputusan. Manajemen akan rapat setelah semua kegiatan pengurusan Captain Nick selesai," tambahnya.

Saat ini AMA memiliki sekitar 16 pilot, termasuk pilot asing.

Amnesty desak adanya penyelidikan independen

Amnesty International Indonesia menyebut peristiwa penyerangan terhadap pilot Amerika Nicholas F. Goselin yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua, oleh kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Papua merupakan "pelanggaran hak asasi manusia yang tragis".

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan pembunuhan yang disengaja disertai pembakaran pesawat menunjukkan kemunduran serius dalam perlindungan warga sipil di Papua, serta pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.

Sehingga, baginya, tidak ada pembenaran atas serangan semacam ini.

"Membunuh siapa pun untuk mengirim 'pesan' setelah mereka ditahan, menjadi jelas bahwa semua korban adalah warga sipil, memperparah kekejaman tindakan tersebut," kata Usman Hamid dalam keterangan yang diterima BBC News Indonesia Jumat (03/07).

"Tidak seorang pun dapat mengklaim bahwa ini sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai kemanusiaan," ia menambahkan.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

Sumber gambar, Ari Saputra/detikcom

Keterangan gambar, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

Amnesty International Indonesia menuntut agar kejahatan tersebut diselidiki secara menyeluruh dan semua pelaku harus dimintai pertanggung jawaban.

Menurut Usman, para penyintas dan keluarga korban berhak mengetahui apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab.

Untuk itu, langkah konkret harus diambil pemerintah Indonesia demi menegakkan keadilan.

"Hanya investigasi independen dan tidak memihak yang dapat menghasilkan persidangan yang kredibel dan adil," kata Usman.

"Semua pihak yang terlibat dalam konflik berkepanjangan di Papua, termasuk militer Indonesia dan kelompok bersenjata, harus mematuhi hukum internasional dan mengakui bahwa hak untuk hidup tidak dapat dinegosiasikan."

Apa langkah pemerintah Indonesia?

Tentara Indonesia menyatakan telah mengevakuasi jenazah pilot yang tewas pada Jumat (03/07).

Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Riyanto, mengklaim operasi evakuasi dilakukan melalui Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk mengamankan bandara sebagai titik masuk bantuan, serta operasi penyelamatan taktis guna mengevakuasi korban.

Koops TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin

Sumber gambar, Koops TNI Habema

Keterangan gambar, Koops TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin.

Dalam operasi tersebut, tentara melibatkan 10 personel yang didukung dua helikopter Caracal.

Proses evakuasi dilakukan di tengah medan pegunungan yang sulit dijangkau, sambungnya.

Bersamaan dengan proses evakuasi, tentara juga melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan yang turut membakar pesawat.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap pelaku," Riyanto menambahkan.

Bagaimana nasib para penumpang pesawat?

Pilot Nicholas F. Goselin disebut mengangkut tujuh penumpang yang merupakan warga asli Papua.

Ketujuh penumpang tersebut masing-masing bernama Eston Sobolim, Kwenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso.

Kodam Cendrawasih melaporkan tujuh penumpang itu dalam kondisi aman dan selamat.

"Tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan orang asli Papua dilaporkan selamat dan kondisi aman," ujar Kapendam XVII/Cendrawasih, Tri Purwanto, Jumat (03/07).

Sebagai informasi, pada 2024, seorang pilot Selandia Baru dibebaskan setelah 19 bulan menjadi tahanan kelompok yang sama, setelah negosiasi panjang oleh para pejabat di Jakarta dan Wellington.

Sebulan sebelumnya, para anggota TNPB telah membunuh warga Selandia Baru lainnya, pilot helikopter Glen Malcolm Conning, yang ditembak tak lama setelah mendarat di sebuah desa terpencil.

Seberapa penting pesawat perintis di Yahukimo bagi warga?

Terpisah, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli menyampaikan duka cita atas kematian pilot Nicholas F. Goselin yang menurutnya selama ini telah melayani masyarakat pedalaman Yahukimo.

Ia pun mengutuk keras segala tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Karenanya, dia meminta aparat keamanan menangkap pelaku dan memproses sesuai hukum yang berlaku.

"Beliau adalah seorang pilot sipil misionaris yang telah memberikan pelayanan bagi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Yahukimo," ujarnya kepada wartawan Piter Lokon yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Jumat (03/07).

Di sisi lain, Didimus Yahuli mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi jenazah pilot dari Kampung Balinggama ke Timika.

Jumpa pers digelar di kediaman Bupati yang dihadiri oleh Yahukimo Didimus Yahuli (tengah kemeja putih), Ketua DPRK Yahukimo, Dandim 1715 Yahukimo, Kapolres Yahukimo, Sekda, Kepala Bandara Nop Goliat Dekai, ketua KNPI, serta Asisten menyikapi kejadian di peristiwa tewasnya Pilot di Sobaham.

Sumber gambar, Piter Lokon

Keterangan gambar, Jumpa pers digelar di kediaman Bupati yang dihadiri oleh Yahukimo Didimus Yahuli (tengah kemeja putih), Ketua DPRK Yahukimo, Dandim 1715 Yahukimo, Kapolres Yahukimo, Sekda, Kepala Bandara Nop Goliat Dekai, ketua KNPI, serta Asisten menyikapi kejadian di peristiwa tewasnya Pilot di Sobaham.

Kendati, dia turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga mendiang, yayasan AMA, Keuskupan Jayapura, dan Kementerian Perhubungan atas peristiwa tersebut.

Sebab, katanya, insiden ini memberikan dampak yang sangat besar kepada masyarakat, terutama transportasi udara yang menjadi sarana utama distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok bagi warga yang tinggal di distrik terpencil.

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah setempat menetapkan masa berduka selama tiga hari, sejak 3-5 Juli 2026.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk mendoakan mendiang dan menjaga situasi kedamaian di daerahnya.

Untuk diketahui, Lapangan Terbang Balinggama berada di daerah ketinggian.

Perekonomian masyarakat di 51 distrik di Kabupaten Yahukimo dari kampung ke kota dan sebaliknya, sangat bergantung pada akses transportasi pesawat perintis mengingat sulitnya medan di Papua yang mayoritas berupa pegunungan serta lereng terjal.

Dengan pesawat, waktu tempuh dari Wamena ke Balinggama hanya 20 menit. Adapun dari Dekai, ibu kota Yahukimo ke Balinggama memakan waktu 30 menit.

Jika tidak ada pesawat, perjalanan untuk sampai ke Wamena bisa memakan waktu antara 3-4 hari dan dari Distrik Sobaham ke Yahukimo bisa satu minggu lamanya.

Keberadaan pesawat perintis yang disubsidi oleh Kementerian Perhubungan sangat membantu warga yang hendak membeli kebutuhan pokoknya ke kota. Sebab, kalau memakai pesawat carteran, ongkosnya bisa mencapai Rp16 juta-Rp70 juta, tergantung pada medan dan jarak.

Itu mengapa, bagi warga setempat, insiden penyerangan terhadap pilot PT AMA sangat berdampak terutama untuk membeli kebutuhan bahan pangan.

Wartawan Piter Lokon dari Yahukimo dan Ikbal Asra dari Jayapura turut berkontribusi terhadap penulisan artikel ini.

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.