T. rex punya lengan kecil, studi baru ungkap alasannya

Dinosaurus T. rex dengan rahang besar terbuka dan lengan kecil.

Sumber gambar, FOTOKITA via Getty Images

Keterangan gambar, Sebuah ilustrasi yang menunjukkan bagian depan dinosaurus T. rex dengan rahang besar terbuka dan lengan kecil.
    • Penulis, Daisy Stephens
    • Peranan, BBC World Service
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Mengapa dinosaurus sebesar Tyrannosaurus rex punya lengan yang sangat mungil, padahal tubuhnya begitu besar? Sebuah penelitian baru dari University of Cambridge dan University College London (UCL) di Inggris akhirnya menyingkap kemungkinan jawaban dari pertanyaan ini.

T. rex termasuk dalam kelompok theropoda, yaitu dinosaurus berkaki dua yang sangat beragam. Mayoritas dari mereka adalah pemakan daging.

Meski ukuran tubuh kelompok ini sering kali terbilang sangat besar, beberapa di antaranya justru memiliki lengan yang luar biasa kecil. Hal ini diungkapkan oleh pemimpin penelitian, Charlie Roger Scherer, seorang mahasiswa PhD di UCL.

T. rex, misalnya, bisa tumbuh hingga sepanjang 12 atau 13 meter. Namun, panjang lengan mereka hanya sekitar satu meter—sebuah angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.

Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan fungsi lengan kecil ini. Salah satunya, lengan tersebut mungkin membantu T. rex saat kawin.

Teori lain menyebutkan fungsinya untuk membantu mereka bangun dari tanah.

Sebuah ilustrasi yang menunjukkan dinosaurus T. rex berdiri di atas rumput dengan mulut terbuka, dengan dinosaurus lain, pepohonan, dan air di latar belakang.

Sumber gambar, Roger Harris/SPL via Getty Images

Keterangan gambar, Sebagai salah satu karnivora besar paling terkenal, T. rex hidup di Amerika Utara sekitar 68 hingga 66 juta tahun lalu.

Penelitian baru ini memberikan alternatif penjelasan lain.

Lengan panjang mereka kemungkinan menyusut karena sudah tidak berguna lagi untuk menangkap mangsa. Alih-alih mempertahankan lengan, evolusi mereka justru lebih mengutamakan pertumbuhan kepala dan rahang yang jauh lebih besar serta kuat.

"Semua orang selalu penasaran mengapa dinosaurus pemakan daging yang besar seperti T. rex punya lengan yang mungil," ujar Dr. Elizabeth Steell dari University of Cambridge, salah satu penulis penelitian tersebut, kepada BBC.

Tim peneliti mengamati 82 spesies theropoda. Mereka menemukan bahwa pemendekan lengan depan ini terjadi di lima kelompok berbeda. Salah satunya adalah tyrannosaurids, keluarga besar yang mencakup T. rex.

Mereka juga menemukan cara baru untuk mengukur kekuatan tengkorak dinosaurus. Pengukuran ini didasarkan pada dimensi kepala dan bagaimana tulang-tulangnya menyatu.

"Kami melihat perbandingan antara ukuran tengkorak dan ukuran tubuh. Kami juga membandingkan panjang lengan depan dengan ukuran tengkorak dan tubuh, lalu mencari polanya," kata Steell.

Perlombaan evolusi

Tim peneliti juga menemukan bahwa pemendekan lengan depan ini berkaitan erat dengan perkembangan tengkorak yang besar dan rahang yang kuat. Hubungan ini jauh lebih kuat daripada keterkaitannya dengan ukuran tubuh secara keseluruhan.

Hal ini menunjukkan bahwa lengan yang mengecil bukan sekadar efek samping dari tubuh yang membesar.

Faktanya, beberapa dinosaurus memiliki lengan yang kecil meskipun tubuh mereka tidak terlalu besar. Salah satu contohnya adalah Majungasaurus, predator puncak yang dulu hidup di Madagaskar. Meski tubuhnya tidak raksasa, mereka memiliki kepala yang sangat kuat.

"Adaptasi ini sering kali terjadi di wilayah yang dipenuhi oleh mangsa-mangsa raksasa," kata Scherer.

Scherer juga menduga bahwa perubahan bentuk tubuh ini mungkin berkaitan erat dengan teknik berburu mereka.

Sebuah ilustrasi yang menunjukkan dinosaurus kecil berlari di padang rawa.

Sumber gambar, Kostyantyn Ivanyshen/Stocktrek Images via Getty Images

Keterangan gambar, Majungasaurus jauh lebih kecil dibandingkan T. rex dan memiliki tangan yang sangat kecil.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Sebagian dari makanan theropoda adalah hewan herbivora seperti sauropoda raksasa. Sauropoda, yang merupakan hewan pemakan tumbuhan ini, punya leher dan ekor yang sangat panjang.

Para peneliti menduga bahwa tengkorak theropoda menjadi semakin kokoh karena ukuran tubuh herbivora ini juga semakin membesar. Agar bisa menang dalam "perlombaan senjata evolusioner", theropoda harus beralih menggunakan rahang untuk berburu, bukan lagi cakar.

Baca juga:

"Mencoba menarik dan mencengkeram sauropoda sepanjang 30 meter dengan cakar tentu tidak ideal. Menyerang dan menahan mangsa dengan rahang akan jauh lebih efektif," kata Scherer.

"Fungsi serangan akhirnya diambil alih oleh kepala, bukan lagi lengan. Ini adalah kasus 'gunakan atau hilangkan' karena lengan tidak lagi berguna. Ukurannya pun menyusut seiring berjalannya waktu."

Meski begitu, menurut Steell, beberapa dinosaurus masih tetap menggunakan lengan mereka.

"Namun, Anda bisa melihat bahwa bentuk tengkorak mereka berbeda. Tengkorak mereka lebih memanjang dan sedikit lebih rapuh," ujarnya.

Sebuah foto kerangka T. rex muda yang berdiri tegak, dipamerkan di sebuah aula berlantai ubin.

Sumber gambar, Kevork Djansezian/Getty Images

Keterangan gambar, Penelitian tersebut menemukan bahwa kelompok theropoda yang berbeda tampaknya mengurangi panjang anggota depan mereka dengan cara yang berbeda.

Scherer mengakui bahwa penelitian ini baru bisa menunjukkan adanya hubungan antara kekokohan tengkorak dan panjang lengan depan. Penelitian ini belum bisa membuktikan apakah salah satu faktor bisa disimpulkan menyebabkan faktor lainnya.

Namun, ia mengatakan "sangat mungkin" bahwa tengkorak yang lebih kuat terbentuk lebih dulu sebelum lengan depan menyusut.

"Secara evolusi, tidak masuk akal jika yang terjadi adalah sebaliknya. Predator tidak mungkin melepaskan mekanisme serangan mereka tanpa memiliki senjata cadangan," katanya.

Tim peneliti juga menemukan hal unik lain. Berbagai kelompok theropoda ternyata menyusutkan lengan depan dengan cara yang berbeda.

Beberapa kelompok mengalami pemendekan khusus pada bagian telapak dan lengan bawah. Sementara itu, kelompok lain mengalami pemendekan yang merata di seluruh bagian lengan.

Hal ini menunjukkan bahwa kelompok yang berbeda tersebut mencapai hasil yang sama melalui jalur evolusi yang sejajar.

"Kami baru saja mengonfirmasi apa yang sudah diduga oleh banyak orang. Jika Anda memiliki tengkorak yang besar, Anda tidak terlalu membutuhkan lengan lagi," kata Steell.

Ia menambahkan bahwa teknik serupa layak dicoba untuk mengukur kekokohan tengkorak pada hewan lain.

"Ini akan sangat menarik untuk diterapkan pada burung. Burung juga termasuk dinosaurus theropoda, tetapi masih hidup hingga sekarang," ujarnya.