Kapal Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa, bawa 243 penumpang - 'Apa pun keadaannya saya harap bisa ditemukan'

Sumber gambar, Donny Muslim
- Penulis, Donny Muslim
- Peranan, Jurnalis di Kalimantan Selatan
- Penulis, Roni Fauzan
- Peranan, Jurnalis di Surabaya
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 7 menit
Kapal Virgo Transport 8 dikabarkan hilang kontak dan terbalik di perairan Laut Jawa. Sebanyak satu orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya masih dalam pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan terkait kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/09). Kapal tersebut membawa sebanyak 243 orang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan hingga pukul 12.00 WITA sebanyak 103 orang telah dievakuasi ke tiga kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, TB Mauhaw IX telah mengevakuasi 16 orang, TB TCP mengevakuasi 38 orang, sedangkan MV Haida mengevakuasi 49 orang.
"Dari 16 orang yang dievakuasi ke TB Mauhaw IX, satu orang meninggal dunia," kata I Putu Sudayana kepada wartawan Donny Muslim di Banjarmasin, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
Para individu yang dievakuasi TB TCP dan MV Haida dalam keadaan selamat, imbuhnya.
Ditambahkannya, TB Mahaw IX akan menuju Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sedangkan TB TCP dan MV Haida akan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.,
Sementara itu, General Manager Pelindo Pelabuhan Kotabaru Kalimantan Selatan, Dani Rahmat, juga menyebut korban meninggal sejauh ini dilaporkan satu orang.
"Info terakhir posisi kapal, kondisinya sudah terbalik di tengah laut," kata Dani.

Sumber gambar, Donny Muslim
Posko Operasi SAR untuk penanganan kecelakaan Virgo Transport 8 didirikan di kawasan Pelabuhan Trisakti, Minggu (13/09) pagi.
Pantauan di lokasi, keluarga penumpang dan awak kapal mulai berdatangan ke posko. Mereka terlihat menunggu informasi terbaru mengenai kondisi kerabat yang berada di dalam kapal.
Bagaimana kronologi kejadian?
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Informasi kejadian diterima Kantor SAR Banjarmasin pada Minggu (13/09) pukul 04.10 WITA dari Yoel Rihi selaku General Manager PT Virgo.
Berdasarkan informasi yang diterima kantor SAR Banjarmasin, kapal Virgo Transport 8 hilang kontak pada Minggu (13/09) sekitar pukul 02.00 WITA setelah dilaporkan menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Kapal Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/09) pukul 10.13. Hingga laporan diterima, kapal belum dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui.
Menurut kantor SAR Banjarmasin, posisi terakhir kapal itu berada di perairan Laut Jawa, dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu regu penyelamat berjumlah enam personel menuju Dermaga SAR Basirih, pada Minggu (13/09) pukul 04.30 WITA.
Tim selanjutnya akan melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.

Sumber gambar, Vessel Finder
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa pencarian akan dilakukan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
"Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal," ujar I Putu Sudayana

Sumber gambar, Vessel Finder
Berdasarkan data dua situs pemantauan kapal, Vessel Finder dan Marine Traffic, posisi terakhir KM Virgo Transport 8 berada di perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Data itu menyebut, kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/09) pukul 10.33 WIB dan dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada Minggu (13/09) pukul 14.00 WIB.
Masih berdasarkan data situs pemantauan kapal, KM Virgo Transport 8 sebelumnya bernama Ferry Kurushima. Kapal itu rampung dibuat di galangan kapal Shin Kurushima Onishi pada 1987.
Di Jepang, kapal itu terakhir kali melayani penumpang antara Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama, pada 30 Juni 2025.
'Mudah-mudahan lekas ditemukan'
Suasana Pelabuhan Trisakti Banjarmasin semakin sibuk, Minggu (13/9/2026), menyusul proses evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa.
Rusmilawati, warga Banjarmasin, datang mencari kabar delapan kerabatnya yang menumpang kapal tersebut. Mereka dalam perjalanan kembali ke Banjarmasin setelah berziarah ke sejumlah makam ulama di Jawa.
"Awalnya berangkat pakai pesawat, baliknya handak mencoba pakai kapal," ujarnya.
Hingga Minggu siang, Rusmilawati mengatakan belum menerima informasi dari petugas mengenai apakah delapan kerabatnya termasuk dalam penumpang yang telah dievakuasi.
Keluarga terakhir kali mendapat kabar dari salah satu kerabat melalui status WhatsApp. Dalam unggahan tersebut, kerabatnya menulis, "Ngeri banar ombaknya malam ini. Atau dasar kaya itu kah lah bekapal baguyangan bahantam lawan kapal."
Rusmilawati berharap delapan kerabatnya selamat dan segera mendapatkan kabar.
"Mudahan-mudahan selamat saja," ucapnya.

Sumber gambar, Donny Muslim
Di sisi lain, suasana haru terlihat ketika Misnah mendapat kabar suaminya, Ahmad Supandi, selamat. Ahmad merupakan sopir ekspedisi yang berada di dalam Virgo Transport 8 dan kemudian dievakuasi menggunakan MV Haida.
Misnah menangis haru setelah mengetahui suaminya termasuk korban yang berhasil dievakuasi.
Sedangkan anggota keluarga yang lain masih menanti kepastian.
Jenah, misalnya, menyatakan bahwa sang kakak turut menaiki Kapal Virgo Transport 8.
Sang kakak, Jenah menceritakan, tengah merantau ke Madura, Jawa Timur. Malam kemarin, dia memutuskan untuk balik ke Banjarmasin.

Sumber gambar, Donny Muslim
Terakhir kali Jenah berkontak dengan sang kakak adalah sebelum berangkat. Ketika Jenah kembali menghubunginya, pesannya hanya centang satu.
"Mudah-mudahan cepat ditemukan," tegasnya.
'Apa pun keadaannya saya harap ditemukan'
Sementara di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, keluarga kru Kapal Virgo Transport 8 mencari informasi mengenai keberadaan anggota keluarganya.
Salah seorang keluarga kru, Fredy, warga Mojokerto, mengatakan adik kandungnya yang bungsu, Stevie Manuhua, merupakan pemain keyboard atau organ hiburan di atas kapal KM Virgo Transport 8.
Fredy menyebut, komunikasi terakhir dengan Stevie terjadi sekitar dua hari lalu, saat kapal masih bersandar di Surabaya. Setelah itu, ia mengaku tidak lagi mendapatkan kabar.
"Di komunikasi dua hari lalu Pak, sandar di Surabaya, setelah itu tidak ada kabar lagi sampai sekarang," ujar Fredy.
Fredy mengaku hingga kini belum mendapatkan informasi mengenai kondisi kapal maupun keberadaan adiknya. Ia masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.
"Belum, belum ada. Belum ada masuk. Saya masih tunggu dari pihak yang bersangkutan untuk ngasih info ke kita," katanya.
Menurut Fredy, informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterimanya dari seorang teman yang mengetahui adanya peristiwa di kapal. Setelah itu, ia menghubungi sejumlah rekannya dan diarahkan untuk datang ke Pelabuhan Tanjung Perak guna mencari informasi lebih lanjut.
Fredy berharap adiknya dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun.
"Semoga bisa ditemukan. Apa pun keadaannya saya harap bisa ditemukan," ungkapnya.

Sumber gambar, Roni Fauzan
Ia mengatakan Stevie selama bekerja sebagai pemain musik di kapal kerap datang ke rumah sebelum berangkat bekerja. Jika mendapat pekerjaan di kapal, Fredy biasanya mengantarkan langsung adiknya menuju kapal. Begitu pula saat sedang cuti, Stevie akan kembali ke rumah.
Fredy menuturkan Stevie merupakan kru laki-laki yang sudah bekerja di kapal tersebut. Sebelumnya, Stevie bekerja di kapal DLN Mandalika sebelum kemudian berpindah ke KM Virgo Transport 8.
Hingga kini, Fredy bersama keluarga masih menunggu informasi resmi mengenai kondisi Stevie Manuhua serta penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 lainnya.
Diselamatkan nelayan
Selain keluarga kru Stevie Manuhua, keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 juga mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mencari informasi mengenai keberadaan anggota keluarganya.
Salah satunya Istiana, warga Sidoarjo, yang datang ke Pelabuhan Tanjung Perak untuk mencari informasi mengenai keponakannya, Dede Farandika (29), warga Banyuwangi yang tercatat sebagai penumpang KM Virgo Transport 8.
Istiana mengaku pertama kali mendapat informasi mengenai kejadian tersebut dari keluarganya yang berada di Banyuwangi. Ia kemudian datang ke Surabaya karena lokasi Pelabuhan Tanjung Perak lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Sumber gambar, Roni Fauzan
Namun, saat berada di lokasi, Istiana mendapat kabar terbaru bahwa Dede Farandika telah ditemukan dan disebut diselamatkan oleh nelayan.
"Katanya saya sudah diselamatkan sama nelayan," ujar Istiana.
Istiana mengatakan dirinya juga telah berkomunikasi dengan keluarga di Banyuwangi. Setelah mendapat informasi tersebut, ia diminta untuk kembali pulang.
"Jadi saya sekarang sudah disuruh pulang sama yang Banyuwangi," katanya.
Menurut Istiana, nama Dede Farandika juga tercantum dalam daftar penumpang yang berkaitan dengan KM Virgo Transport 8. Ia menyebut Dede sebagai ABK di bagian dek kapal tersebut selama sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.
Berita akan diperbarui secara berkala.


































