You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2022 setelah Trump disebut akan menerima pemaparan opsi baru terkait Iran
- Penulis, Osmond Chia
- Peranan, Business reporter
- Waktu membaca: 3 menit
Harga minyak melonjak pada Kamis (30/04) pagi di Asia setelah laporan menyebut militer Amerika Serikat (AS) bersiap memaparkan rencana baru kepada Presiden Donald Trump terkait kemungkinan langkah dalam perang Iran.
Komando Pusat AS (US Central Command/US Centcom) disebut telah menyiapkan rencana gelombang serangan "singkat dan kuat" terhadap Iran, yang bertujuan memecah kebuntuan dalam perundingan dengan Teheran, menurut laporan situs berita Axios.
BBC telah menghubungi US Centcom dan Gedung Putih untuk meminta tanggapan.
Minyak mentah Brent naik 5% menjadi US$124 (£92) per barel, level tertinggi sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.
Harga energi terus menguat sepanjang pekan ini seiring mandeknya pembicaraan damai, sementara Selat Hormuz—jalur pelayaran vital bagi pengiriman minyak dunia—masih praktis tertutup.
Laporan Axios, yang mengutip sumber anonim, menyebut gelombang serangan yang diusulkan kemungkinan akan mencakup sasaran infrastruktur.
Rencana lain disebut berfokus pada pengambilalihan sebagian wilayah Selat Hormuz agar dapat dibuka kembali untuk pelayaran komersial.
Axios menambahkan, langkah tersebut berpotensi melibatkan pengerahan pasukan darat.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di AS juga naik sekitar 2,3% ke kisaran US$109 per barel.
Kontrak berjangka (Futures contracts) Brent untuk pengiriman Juni dijadwalkan berakhir pada Kamis. Kontrak yang lebih aktif untuk pengiriman Juli naik sekitar 2% ke level sekitar US$113 pada perdagangan pagi di Asia.
Kontrak berjangka adalah perjanjian untuk membeli atau menjual suatu aset pada tanggal yang telah ditentukan di masa depan.
AS mengatakan akan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran selama Teheran terus mengancam kapal-kapal yang berupaya melintasi Selat Hormuz
AS menilai langkah Iran itu mengganggu pengiriman energi global.
Iran membalas serangan udara AS–Israel dengan mengancam akan menyerang kapal-kapal di jalur perairan tersebut, yang biasanya menjadi lintasan bagi sekitar seperlima pasokan energi dunia.
Baca juga:
Harga minyak melonjak 6% pada Rabu setelah muncul laporan bahwa Washington tengah mempersiapkan blokade terhadap Iran dalam jangka waktu yang "berkepanjangan".
BBC juga memahami bahwa para petinggi sektor energi bertemu dengan Trump pada Selasa untuk membahas cara membatasi dampak perang terhadap konsumen di AS—sebuah perkembangan yang memicu kekhawatiran di pasar tentang gangguan pasokan energi yang berkepanjangan.