Juergen Klopp resmi jadi pelatih timnas Jerman – 'Mesias' atau sekadar menutupi retakan?

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Emily Salley
- Peranan, BBC Sport journalist
- Penulis, Kit Holden
- Peranan, German football writer
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 7 menit
Jurgen Klopp memulai masa jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman dengan melontarkan ancaman untuk mundur jika media mengganggu privasi keluarganya.
Mantan manajer Liverpool itu pada Jumat (24/07) ditunjuk dengan kontrak berdurasi empat tahun untuk menggantikan Julian Nagelsmann.
Nagelsmann mundur bulan ini setelah Jerman secara mengejutkan tersingkir dari Piala Dunia usai kalah dari Paraguay di babak 32 besar.
Tapi, Klopp (59 tahun) langsung menyampaikan peringatan kepada media saat menjalani konferensi pers pertamanya sebagai pelatih kepala Jerman.
"Jika kalian bersikap tidak pantas dan tidak membiarkan keluarga saya hidup tenang, maka saya akan pergi. Saya akan langsung mundur," kata Klopp.
"Saya tahu ada negara-negara lain yang memperlakukan pelatih tim nasional dengan cara yang bahkan lebih buruk."
"Saya mencintai pekerjaan ini, tetapi saya selalu siap mengakhirinya jika memang diperlukan."
Penunjukan Klopp telah diperkirakan luas selama beberapa pekan terakhir.
Kontraknya akan membuatnya menangani timnas putra Jerman hingga Piala Dunia 2030 yang akan diselenggarakan bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko.
"Jurgen Klopp tidak akan memiliki 'karier' lain setelah menangani tim nasional," ujarnya.
"Ini adalah puncak, titik tertinggi dalam karier kepelatihan saya di sepak bola. Saya akan memberikan segala yang saya miliki."

Sumber gambar, Matthias Hangst/Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Ini merupakan pekerjaan kepelatihan pertama Klopp sejak mengakhiri masa sembilan tahunnya bersama Liverpool pada musim panas 2024 setelah mengaku "kehabisan energi".
Dia mengatakan merasa "waktunya sudah tepat" untuk kembali melatih sekaligus menjalani peran pertamanya di sepak bola internasional.
"Dalam beberapa hari terakhir, rasanya seperti sebuah film yang sedang terjadi pada diri saya sendiri," kata Klopp.
"Saya selalu menyadari bahwa pekerjaan sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman adalah posisi yang sangat besar. Namun sekarang saya benar-benar mulai memahami apa arti menjadi pelatih tim nasional."
"Selama bertahun-tahun, saya tidak pernah membayangkan akan menduduki posisi ini. Seiring berjalannya waktu, semakin jelas bahwa cepat atau lambat saya akan diminta menjalankan pekerjaan ini."
"Sekarang saya pikir waktunya sudah tepat."
Laga pertama Klopp sebagai pelatih Jerman akan berlangsung melawan Belanda dalam laga fase grup UEFA Nations League pada 24 September
'Mesias' atau sekadar menutupi retakan?
Klopp pernah dipuja sebagai "mesias" sepak bola Liverpool. Kini, Jurgen Klopp diminta melakukan keajaiban bagi negaranya sendiri.
Bulan lalu, Klopp menyaksikan dari pinggir lapangan sebagai komentator televisi ketika Jerman tersingkir dari Piala Dunia secara mengejutkan setelah kalah dalam adu penalti melawan Paraguay.
Kekalahan tersebut mendorong pelatih kepala Julian Nagelsmann mengundurkan diri dan menjerumuskan sepak bola Jerman ke dalam krisis identitas yang mendalam.
Hanya tiga pekan kemudian, Klopp mendapat tugas untuk membereskan kekacauan itu dan mengembalikan mentalitas juara yang selama ini menjadi ciri khas tim nasional Jerman.

Sumber gambar, Alexander Hassenstein/Getty Images
Dia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun untuk menjadi pelatih kepala tim tersebut.
Klopp ditugaskan memimpin Jerman hingga Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
"Tim nasional bisa menyatukan masyarakat Jerman seperti hampir tidak ada hal lain yang mampu melakukannya. Itulah yang membuat tugas ini begitu istimewa bagi saya," kata Klopp.
Sebagai pemenang Liga Champions dan Liga Primer Inggris bersama Liverpool, serta dua kali juara Bundesliga bersama Borussia Dortmund, pria berusia 59 tahun itu telah lama dianggap sebagai salah satu pelatih Jerman terbaik sepanjang masa.
Namun, meski banyak yang meyakini Klopp adalah sosok yang tepat untuk menangani tim nasional, penunjukannya juga memicu perdebatan sengit di Jerman.
Bagi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), mendapatkan tanda tangan Klopp menjadi prioritas utama sejak Nagelsmann mundur menyusul kekalahan dari Paraguay.
Presiden DFB Bernd Neuendorf mengatakan Klopp "mewujudkan semangat, kredibilitas, dan kemampuan untuk menginspirasi banyak orang".
"Setelah Julian Nagelsmann mengundurkan diri, dia adalah pilihan kami yang tidak tergantikan untuk posisi pelatih tim nasional. Karena itu, kami mengejarnya tanpa henti," kata Neuendorf.
Kini, kesepakatan tersebut telah resmi terwujud.

Sumber gambar, Andrew Powell/Liverpool FC via Getty Images
Klopp telah menandatangani kontrak hingga 2030 dan akan membangun tim kepelatihannya bersama dua mantan asistennya di Liverpool, Pep Lijnders dan Peter Krawietz.
Jerman berharap ketiganya dapat mengulangi keberhasilan yang pernah mereka raih bersama klub Liga Primer Inggris itu dan mengembalikan salah satu raksasa sepak bola yang tengah terpuruk ke masa kejayaannya.
Hanya sedikit pihak yang meragukan kemampuan Klopp untuk menyuntikkan kehidupan baru ke dalam tim nasional.
Dalam jajak pendapat terbaru yang dilakukan majalah sepak bola terkemuka Jerman, Kicker, sebanyak 80% responden menyatakan Klopp adalah pilihan yang tepat untuk menangani tim nasional.
Di antara berbagai kritik yang selama beberapa tahun terakhir diarahkan kepada tim Jerman, yang paling sering muncul adalah hilangnya mentalitas juara serta kegagalan tim membangun kedekatan dengan para pendukungnya.
Klopp, yang sepanjang kariernya kerap berbicara tentang pentingnya memiliki "monster mentalitas" dan menjelma menjadi sosok ikonik di setiap klub yang ditanganinya, dianggap sebagai jawaban ideal atas persoalan tersebut.

Sumber gambar, Christof Koepsel/Bongarts/Getty Images
Berbicara dalam acara bincang-bincang sepak bola mingguan populer Doppelpass, mantan gelandang Jerman dan Bayern Munchen, Stefan Effenberg, mengatakan Klopp dapat membawa "semangat optimisme baru" bagi tim nasional.
Sementara itu, bagi Chief Executive Borussia Dortmund, Carsten Cramer, pengaruh pelatih baru tersebut bahkan bisa melampaui dunia olahraga.
"Saya pikir dia mewakili banyak hal yang saat ini hilang dari sepak bola kita dan dari negara kita," kata Cramer kepada Kicker.
'Mesias' Klopp tidak dicintai semua pihak
Namun, tidak semua orang terpikat oleh sosok pelatih baru tim nasional Jerman tersebut.
Reputasi Klopp di Jerman sempat merosot sejak dia bergabung dengan Red Bull sebagai kepala sepak bola global pada 2024, sebuah keputusan yang oleh banyak penggemar dianggap sebagai bentuk pengkhianatan.
Selama bertahun-tahun, suporter sepak bola Jerman mengkritik model kepemilikan multi-klub Red Bull serta upaya perusahaan itu yang dinilai mengakali aturan 50+1, regulasi yang menjamin hak suara mayoritas bagi para anggota dan pendukung klub-klub Jerman.
Pada Juli lalu, laporan bahwa Klopp mungkin tetap bekerja sebagai duta merek Red Bull setelah menjadi pelatih Jerman memicu gelombang kemarahan.
Mantan presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Theo Zwanziger, mengatakan kepada harian Frankfurter Allgemeine bahwa langkah semacam itu merupakan sesuatu yang "sama sekali tidak dapat diterima". Dia menambahkan bahwa Red Bull "ingin memperoleh kekuasaan di dalam sepak bola".

Sumber gambar, Simon Stacpoole/Offside/Offside via Getty Images
Sementara itu, kelompok suporter Unsere Kurve menyatakan DFB tidak seharusnya "tunduk pada modal" dengan mengizinkan Red Bull tetap mempertahankan Klopp dalam jaringannya.
"Sebelum memujanya sebagai Mesias, kita harus mengingat betapa banyak niat baik yang telah dia sia-siakan, terutama di kalangan pendukung Dortmund," kata juru bicara kelompok tersebut, Thomas Kessen, kepada kantor berita SID.
Pihak lain mengkritik DFB karena dinilai terlalu terburu-buru merekrut Klopp tanpa mempertimbangkan kandidat lain.
"Jelas bahwa dia adalah pilihan nomor satu. Namun ketika melihat delegasi DFB terbang ke New York, semuanya terlihat agak tergesa-gesa. Kita harus bertanya: apakah mereka punya alternatif lain?" kata eks pemain timnas Jerman yang menjadi Piala Dunia 2014, Bastian Schweinsteiger, saat menjadi komentator di ARD.
Dia menambahkan bahwa Klopp mungkin hanya bisa menjadi "plester luka", karena masalah yang saat ini dihadapi sepak bola Jerman jauh lebih dalam daripada sekadar siapa yang berdiri di area teknis sebagai pelatih.
Klopp tidak bisa membangun kembali sepak bola Jerman sendirian
Tim nasional putra Jerman saat ini berada pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir, setelah gagal mencapai babak 16 besar dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Banyak pihak, termasuk Klopp sendiri, menilai diperlukan reformasi menyeluruh di semua tingkat sepak bola Jerman untuk membalikkan keadaan tersebut.
"Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa ini bukan hanya soal pelatih kepala," kata pelatih baru Jerman itu kepada MagentaTV awal bulan ini.

Sumber gambar, Markus Ulmer/GES Sportfoto/Getty Images
"Sepak bola Jerman secara keseluruhan sedang menghadapi titik balik. Kita harus mengubah beberapa hal yang mendasar."
Bagi Klopp, proses pembangunan kembali itu akan dimulai pada September ketika Jerman membuka kampanye mereka di UEFA Nations League dengan menghadapi rival tradisional, Belanda.
Namun, ujian sesungguhnya bagi pelatih berusia 59 tahun tersebut akan datang dua tahun mendatang, ketika Britania Raya dan Irlandia menjadi tuan rumah Euro 2028.
Dalam sebuah ironi tersendiri, turnamen itu berpotensi membawa Klopp kembali ke Liverpool dalam momen yang sarat emosi.
Meski Anfield tidak termasuk stadion penyelenggara Euro 2028, Jerman asuhan Klopp bisa saja menjalani pertandingan di Hill Dickinson Stadium, markas baru Everton.
Pada saat itulah publik kemungkinan akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai apakah sosok yang pernah menjadi penyelamat Liverpool itu mampu menghadirkan keajaiban yang sama bagi tim nasional Jerman.





























